Namun eksplorasi di kawasan itu baru akan dilakukan jika harga tembaga dunia bertahan di kisaran US$ 3-4 per pound.
"Kalau harga tembaga di 3-4 dolar, Elang ekonomis," ungkap Presiden Direktur NNT Patrick Hickey dalam jumpa pers di kantornya, Townside, Sekongkang, Sumbawa Barat, NTB, Selasa (25/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Elang itu sangat berharga bagi Indonesia," imbuh Patrick Hickey yang akrab dipanggil Pat itu.
Batu Hijau yang sudah ditambang sejak tahun 2000 diperkirakan memiliki cadangan bebatuan mengandung mineral sebesar 1,1 miliar ton. Setiap hari, rata-rata NNT mampu mengeruk 600.000 ton.
"Dari 600 ribu itu, diproses 120 ribu ton," terang Main Maintenance Manager NNT Denis Hendri saat sejumlah wartawan mengunjungi site Batu Hijau.
Dari 120 ribu ton itu, hanya 2.000 ton yang berpotensi menjadi stock pile tembaga, emas atau perak. Sisanya menjadi tailing yang kemudian dialirkan ke dasar laut. Kandungan tembaga rata-rata 0,4-0,45 persen per ton batuan.
"Emas rata-rata 0,4 sampai 0,46 gram per ton batuan," jelas Denis yang merupakan lulusan ITB itu.
Produksi Batu Hijau pada tahun 2008 ini diperkirakan menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hickey menjelaskan, tahun 2004 lalu, Batu Hijau menghasilkan tembaga sebesar 800 juta pounds dan emas sebesar 700 ribu ounces.
Tahun 2007, produksi tembaga menurun jadi 500 juta pounds dan emas menjadi 500 ribu ounce. Nah, tahun 2008 ini akan menurun lagi menjadi tembaga sebesar 300 juta pounds dan emas sebesar 300 ribu ounces.
"Jadi upaya kita bukan meningkatkan produksi sekarang, tapi untuk mempertahankan produksi," pungkas Hickey menjelaskan target NNT untuk tahun 2008.
(aba/qom)











































