Hal tersebut disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro usai penandatanganan MoU desa energi dengan Kementrian Pembangunan Desa Tertinggal di gedung Departemen ESDM, Jakarta, Rabu (26/3/2008).
Purnomo menjelaskan, harga LNG untuk perpanjangan ekspor yang diajukan Jepang sebenarnya masih lebih rendah dari harga Indonesia. Namun harga itu dinilai masih bisa diterima.
"Selisihnya tinggal sedikit lagi. Lagipula harganya bagus. Masih diatas US$ 10 per mmbtu," katanya.
Karenanya, Indonesia akan menawarkan selisih harga itu dibayar dengan pengiriman 72 kargo LNG. Jadi Indonesia menyetujui harga Jepang yang lebih rendah itu, tapi utang pengiriman 72 kargo LNG dianggap lunas.
"Memang masih ada beda harga, tapi kalau tidak bisa diputuskan (sepakat), ada 72 kargo LNG yang tidak dipenuhi dengan catatan kita menerima harga mereka," katanya.
Saat ini, Dirut Pertamina Ari Soemarno yang mewakili Indonesia bernegosiasi sudah berada di Jepang. Sementara Purnomo dikabarkan akan segera menyusul hari ini.
(lih/qom)
