Mandiri energi berarti 60 persen kebutuhan energinya dipenuhi dari sumber setempat terutama dari energi terbarukan.
Hal tersebut disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam jumpa pers usai penandatanganan MoU Program Desa Energi dengan Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal di gedung Departemen ESDM, Jakarta, Rabu (26/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Energi terbarukan memang menjadi andalan untuk memasok listrik ke daerah-daerah yang terpencil. Karena biasanya daerah itu sulit terjangkau oleh jaringan listrik PLN.
Sekretaris Tim Nasional BBN Evita Legowo menambahkan, pada 2007 ada sekitar 115 desa energi mandiri yang berbasis bahan bakar nabati. Dan diharapkan pada 2008 ini bertambah 400 menjadi lebih dari 500 desa.
"Untuk tahun 2007 dari target 100 desa kita bisa mencapai 115 desa. 2008 kita harapkan bisa tambah 400," jelasnya.
Sementara untuk desa mandiri energi berbasis non nabati pada 2007 belum bisa mencapai target yang ditentukan, yaitu 100 desa.
Desa mandiri energi berbasis non nabati biasanya menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Mini/Micro Hydro (PLTMH), dan Pembangkit Listrik Tenaga Angin/Bayu (PLTB).
(lih/ddn)











































