Pejabat kesehatan Italia akan melakukan pertemuan darurat pada Rabu (26/3/2008) waktu setempat terkait anjloknya penjualan keju mozzarella. Penjualan keju jenis ini turun tajam setelah ditemukannya kandungan dioksin pada susu sapi yang menjadi bahan bakunya.
Korea Selatan dan Jepang bahkan menunda impor keju mozarella sapi dari Italia setelah 66 kawanan sapi dikarantina karena ditemukannya kandungan dioksin yang melampaui batas normal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian besar ahli kesehatan yang dikutip media lokal menyatakan tingginya kandungan dioksin bukan hal yang membahayakan bagi kesehatan. Tapi nyatanya, berdasarkan laporan organisasi yang menjualnya secara global, penjualan keju ini telah turun 30-35 persen di Italia.
De Castro mengatakan, pemerintah sudah mulai bernegosiasi dengan pemerintah Jepang, Korea Selatan dan Uni Eropa mengenai hal ini.
Para pejabat itu sebelumnya menyatakan kontaminasi dioksin yang terjadi sepertinya disebabkan oleh masalah sisa limbah yang mengkronis di Italia. Dalam beberapa bulan terakhir kerap ditemukan ribuan ton sisa limbah yang belum diproses.
Tapi De Castro jelas-jelas menampik penjelasan yang dimuat media pada Rabu.
"Nggak ada hubungannya dengan sampah," katanya.
Italia memroduksi 33.000 ton mozarella setiap tahunnya dari 250.000 ekor sapi yang memproduksi susu sebagai bahan baku keju.
Sebanyak 80 persen keju Italia dibuat di Campania, yang menurut data Badan Data Eurostat merupakan daerah termiskin di Italia. Sebesar 16 persen dari keju sapi Italia di ekspor, dan 329 ton diantaranya ke Jepang dan 10 ton lainnya ke Korea Selatan.
(lih/qom)










































