Harga Terigu Siap-siap Turun

Harga Terigu Siap-siap Turun

- detikFinance
Rabu, 26 Mar 2008 18:14 WIB
Jakarta - Produsen terigu dalam negeri memperkirakan harga gandum akan terus luruh seiring mulai banyaknya pasokan gandum di pasar internasional. Namun untuk menurunkan harga terigu, produsen belum berani melakukannya karena stok gandum masih tersedia hingga April.
Β 
"Kita yakin harga gandum akan terus turun karena pasokan dan panen sudah mulai banyak dan lahan gandum mulai bertambah," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Ratna Sari Loppies kepada detikFinance, Rabu (26/3/2006).
Β 
Menurut Ratna stok gandum yang dimiliki oleh para produsen saat ini dibeli pada harga US$ 480 per ton untuk persedian hingga akhir April. Sedangkan harga pertengahan Maret sudah turun menjadi US$ 440 per ton. Artinya sangat mungkin kalau harga terigu akan turun.

"Kami akan turunkan terigu kalau harga gandum sudah mencapai dibawah US$ 400 per ton, itu berdasarkan hitungan kita," ujarnya.
Β 
Berdasarkan data sebelumnya harga gandum pada 11 Maret 2008 mencapai US$ 583 per ton, pada 17 Maret mencapai US$ 440 per ton, dengan harga ekspabrik mencapai Rp 167.750 per 25 kilogram sedangkan ditingkat konsumen (UKM) mencapai Rp 172.500 per 25 kilogram. Sedangkan bila dibandingkan pada periode akhir Februari 2008 masih harga gandum masih mencapai US$ 800.
Β 
Bila dibandingkan dengan periode Januari 2007 harga gandum masih ditingkat US$ 250 per ton dengan harga terigu ekspabrik hanya mencapai Rp 93.000 per 25 kilogram ditingkat konsumen Rp 123.300 per 25 kilogram.
Β 
Optimisme Ratna bahwa gandum akan luruh didasarkan oleh data yang diperoleh Aptindo mengenai perluasan lahan gandum di dunia.

"Tahun 2008 ini luas areal lahan gandum akan semakin luas yaitu mencapai 20,64 juta hektar," katanya.
Β 
Sebelumnya lahan gandum tahun 2006-2007 sempat menciut hanya mencapai 18,9 juta hektar, tahun 2005-2006 20,28 juta hektar dan tahun 2004-2005 mencapai 20,23 juta hektar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun 2006-2007 sempat berkurang karena dialihkan ke lahan jagung," ucapnya.
Β 


(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads