Komponen terbesar adalah subsidi BBM sebesar Rp126,816 triliun, jumlah ini naik drastis dari besaran subsidi BBM di APBN 2008 yang sebesar Rp 45,807 triliun.
Demikian hasil rapat Panja Asumsi Dasar, Pendapatan, Defisit dan Pembicaraan untuk RAPBN P 2008 yang dilaporkan kepada pemerintah dan BI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu malam (26/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam hal terjadi perubahan terhadap parameter minyak bumi yang mengakibatkan alokasi resiko fiskal Rp 4,1 triliun di atas, maka pemerintah dapat melakukan langkah-langkah pengamanan dan atau kebijakan terkait," tutur Harry.
Dikatakannya besaran subsidi tersebut dengan asumsi tingkat konsumsi BBM bersubsidi sebesar 35,5 juta kiloliter atau lebih rendah dari usulan Komisi VII yang sebesar 37 juta kiloliter.
Sementara itu untuk subsidi listrik disepakati sebesar Rp 60,291 triliun di 2007. "Kesepakatan tersebut lebih kecil dari usulan Komisi VII sebesar Rp 61,007 triliun, selisihnya akan diperhitungkan dalam APBN tahun selanjutnya," katanya.
(dnl/ddn)











































