PBB: Ekonomi Asia Pasifik Masuki Puncak Ketidakpastian

PBB: Ekonomi Asia Pasifik Masuki Puncak Ketidakpastian

- detikFinance
Kamis, 27 Mar 2008 17:57 WIB
Eneva, - Perekonomian Asia Pasifik mulai memasuki tahap 'puncak ketidakpastian', setelah negara-negara utama pengekspor ikut terhantam dampak kerusuhan finansial yang terjadi di AS.

Demikian laporan PBB yang memrediksi situasi ekonomi dan sosial Asia Pasifik seperti dilansir AFP, Kamis (27/3/2008).

"Menurut skenario terburuk terjadinya resesi di AS dan depresiasi pada dolar, dampaknya akan terasa sangat keras pada sebagian besar wilayah (Asia Pasifik). Yang akan paling mudah terserang adalah negara eksportir produk berteknologi tinggi seperti Singapura, Korea Selatan dan Taiwan," kata laporan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eksportir akan menghadapi pukulan ganda penguatan dolar begitu suku bunga di AS turun tajam, seiring perlambatan permintaan yang terjadi.

Bahkan meskipun dikeluarkan kredit-kredit yang menggiurkan, kekisruhan finansial tetap mungkin terjadi.

"Bunga di Asia Pasifik mungkin meningkat karena perkiraan pertumbuhan yang kuat di wilayah tersebut," kata laporan Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia Pasifik.

Sementara lokomotif ekonomi seperti China dan India diharapkan bisa meningkatkan daya tahan Asia Pasifik dengan perekonomian mereka yang terus tumbuh. Hal itu memberi kesempatan tumbuh bagi negara-negara eksportir lainnya.

India diharapkan bisa mempertahankan pertumbuhan ekonominya sebesar 9% di 2008. Di lain pihak, peningkatan belanja pemerintah China juga akan memicu permintaan domestiknya.

Secara keseluruhan, pembangunan ekonomi di Asia Pasifik diprediksi akan tumbuh 7,7% pada 2008. Sementara pertumbuhan negara berkembang hanya akan sebesar 1,6%, turun dari tahun lalu yang 2%.


(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads