Peningkatan jumlah armada nasional dari 6.041 unit (posisi Maret 2005) menjadi menjadi 7.463 unit kapal (posisi 31 Desember 2007). Dengan demikian terjadi kenaikan sebanyak 1.422 unit atau 23,54 %.
Demikian penjelasan Dirjen Perhubungan Laut Dephub, Effendi Batubara dalam siaran pers, Jumat (28/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan pangsa muatan untuk angkutan laut dalam negeri yang diangkut oleh pelayaran nasional. Pada tahun 2004 kapal nasional mengangkut 101,3 juta ton (54% dari total muatan 187,6 juta ton) dan kapal asing 86,3 juta ton (46%). Β
Sedangkan pada tahun 2007 telah terjadi peningkatan yang signifikan yaitu armada nasional mengangkut 148,7 juta ton (65,3% dari total muatan 227,9 juta ton) dan kapal asing hanya 79,2 juta ton (34,7%).
Peningkatan pangsa muatan pelayaran nasional untuk angkutan laut luar negeri. Pada tahun 2004, armada nasional hanya mengangkut 16,3 juta ton (3,5% dari total muatan 465,1 juta ton) dan kapal asing muat sampai 448,8 juta ton (96,5%). Sedangkan pada tahun 2007 terjadi peningkatan, yaitu armada nasional mampu mengangkut sampai 31,4 juta ton (5,9% dari total muatan 531,9 juta ton) dan armada asing 500,5 juta ton (94,1%).
Data dari Bank Indonesia (BI) menyebutkan, penyaluran kredit perbankan pada kegiatan usaha yang terkait dengan angkutan laut meningkat 88%. Yaitu dari Rp 5,22 triliun pada Desember 2006 menjadi Rp 9,81 triliun pada Desember 2007. Porsi terbesar dari penyaluran kredit ini adalah untuk pengangkutan laut, yaitu di atas 80%.
Pertumbuhan kredit pada industri pelayaran ini jauh di atas pertumbuhan kredit perbankan pada periode yang sama sebesar 25,5%. Selain itu, pangsa kredit pelayaran terhadap total kredit perbankan juga naik dari 0,63% pada Desember 2006 menjadi 0,94% per Desember 2007.
Begitu pula, kredit bermasalah Non Performing Loan (NPL) pada industri pelayaran terjadi penurunan yang signifikan dari 11% per Desember 2006 menjadi 3,8% per Desember 2007.
Pengangkutan dalam negeri untuk 9 jenis komoditi, yaitu beras, semen, pupuk, kayu & olahan primer, general cargo, sayur, buah-buahan dan ikan segar (fresh product), minyak kelapa sawit (CPO), biji-bijian lainnya (other grains) serta bahan galian tambang atau bahan galian logam, bahan galian non logam dan bahan galian golongan C (mine and quarry) telah 100 persen diangkut oleh kapal-kapal berbendera Indonesia.
(ir/qom)











































