3 Tahun Armada Pelayaran Nasional Bertambah 1.422 Unit

3 Tahun Armada Pelayaran Nasional Bertambah 1.422 Unit

- detikFinance
Jumat, 28 Mar 2008 09:49 WIB
Jakarta - Armada pelayaran nasional bertambah 1.422 unit atau tumbuh 23,54% dalam tiga tahun setelah penerapan Inpres No 5 Tahun 2005 tentang pemberdayaan industri pelayaran Nasional.

Peningkatan jumlah armada nasional dari 6.041 unit (posisi Maret 2005) menjadi menjadi 7.463 unit kapal (posisi 31 Desember 2007). Dengan demikian terjadi kenaikan sebanyak 1.422 unit atau 23,54 %.

Demikian penjelasan Dirjen Perhubungan Laut Dephub, Effendi Batubara dalam siaran pers, Jumat (28/3/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penambahan armada nasional tersebut terutama berasal dari pengalihan bendera kapal-kapal milik perusahaan angkutan laut nasional dari bendera asing menjadi bendera Indonesia, pembangunan kapal baru dan pengadaan kapal bekas dari luar negeri.

Peningkatan pangsa muatan untuk angkutan laut dalam negeri yang diangkut oleh pelayaran nasional. Pada tahun 2004 kapal nasional mengangkut 101,3 juta ton (54% dari total muatan 187,6 juta ton) dan kapal asing 86,3 juta ton (46%). Β 

Sedangkan pada tahun 2007 telah terjadi peningkatan yang signifikan yaitu armada nasional mengangkut 148,7 juta ton (65,3% dari total muatan 227,9 juta ton) dan kapal asing hanya 79,2 juta ton (34,7%).

Peningkatan pangsa muatan pelayaran nasional untuk angkutan laut luar negeri. Pada tahun 2004, armada nasional hanya mengangkut 16,3 juta ton (3,5% dari total muatan 465,1 juta ton) dan kapal asing muat sampai 448,8 juta ton (96,5%). Sedangkan pada tahun 2007 terjadi peningkatan, yaitu armada nasional mampu mengangkut sampai 31,4 juta ton (5,9% dari total muatan 531,9 juta ton) dan armada asing 500,5 juta ton (94,1%).

Data dari Bank Indonesia (BI) menyebutkan, penyaluran kredit perbankan pada kegiatan usaha yang terkait dengan angkutan laut meningkat 88%. Yaitu dari Rp 5,22 triliun pada Desember 2006 menjadi Rp 9,81 triliun pada Desember 2007. Porsi terbesar dari penyaluran kredit ini adalah untuk pengangkutan laut, yaitu di atas 80%.

Pertumbuhan kredit pada industri pelayaran ini jauh di atas pertumbuhan kredit perbankan pada periode yang sama sebesar 25,5%. Selain itu, pangsa kredit pelayaran terhadap total kredit perbankan juga naik dari 0,63% pada Desember 2006 menjadi 0,94% per Desember 2007.

Begitu pula, kredit bermasalah Non Performing Loan (NPL) pada industri pelayaran terjadi penurunan yang signifikan dari 11% per Desember 2006 menjadi 3,8% per Desember 2007.

Pengangkutan dalam negeri untuk 9 jenis komoditi, yaitu beras, semen, pupuk, kayu & olahan primer, general cargo, sayur, buah-buahan dan ikan segar (fresh product), minyak kelapa sawit (CPO), biji-bijian lainnya (other grains) serta bahan galian tambang atau bahan galian logam, bahan galian non logam dan bahan galian golongan C (mine and quarry) telah 100 persen diangkut oleh kapal-kapal berbendera Indonesia.
(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads