Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (28/3/2008).
"Sebenarnya kalau saja kita bisa mendapatkan 1 juta hektar lagi lahan pertanian, itu sudah sangat-sangat membantu. Jika 1 juta hektar lagi bisa terwujud, baru kita bisa bicara ekspor," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Bayu sejak jaman Orde Baru tidak ada penambahan lahan pertanian sama sekali, sampai saat ini lahan yang masih menjadi andalan di Jawa adalah di kawasan Pantura.
"Jadi belum ada daerah-daerah baru yang masih terbuka, padahal Merauke masih bisa, di Nusa Tenggara juga demikian meskipun hanya puluhan ribu hektar saja," katanya.
Akan tetapi selain lahanm sarana irigasi juga menjadi penting untuk diperhatikan. "Kita harus sudah mengubah orientasi irigasi dari irigasi permukaan yang mengandalkan gravitasi menjadi irigasi yang lebih terkelola. Misalnya kalau dalam teknologi modern yang dipakai adalah sparkling, sprinkle, atau bahkan yang lebih hebat lagi meneteskan. Jadi
pasokan airnya dirancang sesuai dengan kebutuhan tanamannya. Itulah yang membuat Timur Tengah dapat ditanami," ujarnya.Β (dnl/ddn)











































