Ekstensifikasi Lahan Pertanian Mendesak

Ekstensifikasi Lahan Pertanian Mendesak

- detikFinance
Jumat, 28 Mar 2008 15:47 WIB
Jakarta - Esktensifikasi pertanian merupakan satu-satunya jawaban untuk dapat menggenjot produksi pertanian di Indonesia, sehingga pengadaan hasil pangan terutama beras dapat lebih aman baik untuk konsumsi dalam negeri maupun untuk kebutuhan ekspor.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (28/3/2008).

"Sebenarnya kalau saja kita bisa mendapatkan 1 juta hektar lagi lahan pertanian, itu sudah sangat-sangat membantu. Jika 1 juta hektar lagi bisa terwujud, baru kita bisa bicara ekspor," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bayu mengatakan dengan adanya tambahan 1 juta ha lahan pertanian khususnya untuk padi, maka dalam setiap musim panen akan ada tambahan produksi beras sebanyak 800.000 ton.

Dikatakan Bayu sejak jaman Orde Baru tidak ada penambahan lahan pertanian sama sekali, sampai saat ini lahan yang masih menjadi andalan di Jawa adalah di kawasan Pantura.

"Jadi belum ada daerah-daerah baru yang masih terbuka, padahal Merauke masih bisa, di Nusa Tenggara juga demikian meskipun hanya puluhan ribu hektar saja," katanya.

Akan tetapi selain lahanm sarana irigasi juga menjadi penting untuk diperhatikan. "Kita harus sudah mengubah orientasi irigasi dari irigasi permukaan yang mengandalkan gravitasi menjadi irigasi yang lebih terkelola. Misalnya kalau dalam teknologi modern yang dipakai adalah sparkling, sprinkle, atau bahkan yang lebih hebat lagi meneteskan. Jadi
pasokan airnya dirancang sesuai dengan kebutuhan tanamannya. Itulah yang membuat Timur Tengah dapat ditanami," ujarnya.Β  (dnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads