Produsen Seng Minta BM Baja Canai Dingin Dipangkas

Produsen Seng Minta BM Baja Canai Dingin Dipangkas

- detikFinance
Sabtu, 29 Mar 2008 09:54 WIB
Jakarta - Gabungan Pabrik Seng Seluruh Indonesia (Gapsi) mendesak pemerintah menurunkan bea masuk (BM) baja canai dingin atau cold rolled coils (CRC) sebesar 5% dari sebelumnya 10%, agar mencegah iklim usaha di industri seng baja atau baja lapis seng (BjLS) yang semakin buruk.

Demikian disampaian oleh Ketua Umum Gabungan Pabrik Seng Seluruh Indonesia (Gapsi) Agus Salim dalam acara diskusi Forum Wartawan Industri (Forwin) di gedung Departemen Perindustrian (Depperin), Jumat (28/3/2008).

Agus mengatakan sejak dua tahun terakhir, industri seng baja mulai terpuruk akibat kekurangan pasok bahan baku berupa CRC dan maraknya peredaran produk seng baja non-standar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekarang ini ada 17 industri seng baja anggota Gapsi terancam menutup usahanya akibat dampak lonjakan harga baja dunia yang telah menembus di atas US$1.000 per ton.

"Kalau kondisi ini terus berlanjut 2 hingga 3 bulan ke depan, sebagian pabrik kami akan menghentikan produksi," katanya.

Satu dari 17 perusahaan BjLS, sudah menutup usaha dan menjual seluruh peralatan produksinya, tiga perusahaan lainnya sudah jadi importir dan tetap berdagang, selebihnya masih berproduksi di bawah kapasitas.

"Apalagi sejak beberapa tahun ini orang lebih banyak memakai asbes untuk kebutuhan atap rumah, bukan seng," serunya.

CRC adalah bahan baku yang digunakan sejumlah sektor industri seperti seng baja dan lainnya. (hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads