Demikian disampaian oleh Ketua Umum Gabungan Pabrik Seng Seluruh Indonesia (Gapsi) Agus Salim dalam acara diskusi Forum Wartawan Industri (Forwin) di gedung Departemen Perindustrian (Depperin), Jumat (28/3/2008).
Agus mengatakan sejak dua tahun terakhir, industri seng baja mulai terpuruk akibat kekurangan pasok bahan baku berupa CRC dan maraknya peredaran produk seng baja non-standar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kondisi ini terus berlanjut 2 hingga 3 bulan ke depan, sebagian pabrik kami akan menghentikan produksi," katanya.
Satu dari 17 perusahaan BjLS, sudah menutup usaha dan menjual seluruh peralatan produksinya, tiga perusahaan lainnya sudah jadi importir dan tetap berdagang, selebihnya masih berproduksi di bawah kapasitas.
"Apalagi sejak beberapa tahun ini orang lebih banyak memakai asbes untuk kebutuhan atap rumah, bukan seng," serunya.
CRC adalah bahan baku yang digunakan sejumlah sektor industri seperti seng baja dan lainnya. (hen/ir)











































