Harga Pangan Sulit Turun

Harga Pangan Sulit Turun

- detikFinance
Sabtu, 29 Mar 2008 12:23 WIB
Jakarta - Berdasarkan perkiraan Badan Pangan Dunia (FAO) harga pangan dunia cenderung tidak akan turun. Kalau pun terjadi penurunan harganya tidak akan sampai pada harga semula.

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Franciscus Welirang dalam acara rapat koordinasi pangan nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, bertajuk 'Ketahanan pangan untuk kesejahteraan masyarakat', di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (29/3/2008).

"Bahkan FAO tadi mengatakan bahwa kedepannya harga pangan tidak akan turun, kalau pun turun tidak akan kembali turun pada harga 10 tahun lalu, bahwa harga pangan turun itu mimpi," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khusus mengenai harga terigu, Franky panggilan sapaan Franciscus Welirang, memperkirakan walaupun bahan baku terigu yaitu gandum mulai luruh, namun gandum masih terus bertengger pada angka US$ 600 per ton, yang sebelumnya sempat turun diangka US$ 500 per ton pada pertengahan Maret.

Namun katanya harga tersebut lebih baik bila dibandingkan dengan harga pada akhir Februari 2008 lalu yang sempat tembus US$ 800 per ton.

Ia juga menambahkan bahwa sekarang ini hampir semua negara-negara produsen komoditi pangan menerapkan kebijakan fiskal untuk membatasi ekspor. Sehingga kata Franky, sulit memperkirakan harga pangan akan turun, termasuk terigu.

"Sekarang yang menjadi solusinya adalah perbanyak produksi sebanyak-banyaknya, termasuk melakukan diversifikasi pangan," serunya.

Khusus untuk terigu, ia menghimbau kepada para produsen untuk segera mengembangkan bahan baku terigu alternatif termasuk memakai pendekatan terigu campuran (komposit).

"Silahkan saja produsen kembangkan ini, kalau kita sendiri (Bogasari) yang kembangkan nanti dikira kita monopoli," seru Franky.

(hen/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads