"Harganya US$ 16 per mmbtu, tidak termasuk biaya transportasi," kata Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Iin Arifin Takhyan disela-sela acara Rapimnas Kadin di JCC Senayan, Jakarta, Senin (31/3/2008)..
Menurut Iin, harga US$ 16 per mmbtu ini sama dengan patokan harga minyak mentah di kisaran US$ 100 per barel. "Kalau harga minyak turun, ya harga gasnya juga turun," tambahnya.
Selain menyepakati harga gas, kata Iin, para pembeli Jepang juga menyetujui penghapusan kewajiban memenuhi kekurangan (shortage) kontrak ekspor LNG yang lama (tahun 1978-2011) sebanyak 72 kargo atau setara dengan 4 juta ton.
Sebelumnya pemerintah telah menawarkan pertukaran kekurangan kontrak ekspor LNG terdahulu sebanyak 72 kargo dengan harga perpanjangan kontrak ekspor. "Mereka tidak ada klaim, kita bebas," tambah Iin.
Sementara Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengatakan, meski sudah menyepakati formula harga dasar ekspor gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) Indonesia dengan para pembeli di Jepang, namun mekanisme pengangkutannya belum disepakati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(hen/qom)










































