BBM Industri Naik Hingga 11%

Per 1 April 2008

BBM Industri Naik Hingga 11%

- detikFinance
Senin, 31 Mar 2008 20:32 WIB
BBM Industri Naik Hingga 11%
Jakarta - Terhitung mulai 1 April 2008, PT Pertamina (persero) menaikkan harga BBM non subsidi. Kenaikan BBM non subsidi ini karena adanya perubahan harga MOPS dalam rupiah yang naik antara 1,06-10,33%.

Kenaikan harga BBM non subsidi itu juga dipicu oleh melemahnya nilai tukar rupiah atas dolar AS hingga 1,04% dari perhitungan pertengahan bulan lalu.

Menurut siaran pers dari Pertamina, Senin (31/3/2008), kenaikan harga itu tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) No. Kpts- 046/F00000/2008-S0 tentang Harga Jual Keekonomian Bahan Bakar Minyak Pertamina tanggal 31 Maret 2008.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aturan itu menetapkan bahwa terhitung mulai tanggal 1 April 2008 pukul 00.00 WIB, harga BBM Non Subsidi untuk pelanggan selain sektor rumah tangga, usaha kecil, transportasi dan pelayanan umum serta harga untuk bunker internasional.

Dalam siaran pers disebutkan, semula perhitungan harga penebusan didasari atas tabel rincian harga penebusan dalam satuan 1 liter dikalikan terhadap volume penebusan. Menyesuaikan sistem yang diterapkan untuk menghitung harga penebusan saat ini, yakni harga penebusan untuk volume tertentu dihitung ulang dari harga dasar dikalikan volume penjualan ditambah pajak-pajak (PPN dan PBBKB).

Kenaikan harga per 1 April itu adalah: Premium naik 1,7%, Minyak Tanah naik 10,3%, Minyak Solar naik 8,7%, Minyak Diesel Regular naik 11,1 %, Minyak Bakar naik 3,9%. Perubahan harga diatas disebabkan MOPS dalam rupiah mengalami kenaikan berkisar antara 1,06 % hingga 10,33 % dan nilai tukar Rupiah melemah 1,04 % dari perhitungan pertengahan bulan lalu.

Harga BBM jenis Premium dan Solar bersubsidi bagi transportasi umum tidak mengalami perubahan dan tetap sebesar Rp 4.500/liter untuk Premium dan Rp 4.300/liter untuk solar. Sedangkan harga minyak tanah bersubsidi untuk masyarakat dan industri kecil tetap sebesar Rp 2.000/liter.

(qom/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads