Pertamina menduga kalangan industri seperti perhotelan dan restoran yang seharusnya menggunakan elpiji 50 kg mengalihkan pemakaiannya ke elpiji 12 kg. Harga elpiji untuk 50 kg sebesar Rp 7.932,33/kg yang baru saja naik Rp 2.080,33 atau 35,5% pada Januari lalu. Sedangkan harga elpiji 12 kg masih sebesar Rp 4.250/kg.
"Kelangkaan ini terjadi karena permintaan yang cukup tinggi di luar biasanya. Ada dugaan pemakai elpiji 50 kg kini menggunakan 12 kg," kata Vice President of Communication Pertamina Wisnuntoro ketika dihubungi detikFinance, Selasa (1/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, adanya rumor pembelian besar-besaran atau rush juga memicu langkanya elpiji 12 kg. Untuk itu Pertamina menghimbau ke pedagang, pengecer atau pembeli tidak usah panik, karena stok masih aman.
Pertamina akan mulai menambah pasokan untuk menekan harga karena kini di wilayah Banten, Kediri harga gas dan elpiji 12 kg melonjak tajam. Harga elpiji berikut tabungnya yang semula dibandrol Rp 272 ribu melonjak menjadi Rp 550 ribu.
"Kita tidak tahu kapan harga akan kembali normal, tapi untuk melawan over demand maka suplai akan ditambah terus," ujar Wisnu. (ir/ir)










































