Hal ini disampaikan oleh Ketua Induk Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Inkopti) Sulchan di sela-sela acara pelaksanaan uji coba subsidi harga kedelai, di Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (1/4/2008).
"Dengan adanya subsidi ini daya beli pengrajin meningkat, sehingga produksi meningkat pada akhirnya diharapkan mampu menurunkan harga 10% hingga 20%, lebih murah pasti itu," kata Sulchan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudahan-mudahan dari program ini, anggota kami yang mencapai 30% yang sudah gulung tikar, terutama pengrajin tempe bisa bangkit lagi," ujarnya.
Dengan program subsidi ini, lanjut Sulchan, dari harga kedelai yang sekarang ini sekitar Rp 6.500 hingga Rp 6.800 per kilogram maka pengrajin hanya membayar Rp 5.500 per kilogram.
"Memang tidak akan kembali ke harga beberapa tahun lalu yang hanya Rp 2.500 hingga Rp 2.750," ungkapnya.
Sementara Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Departemen Perindustrian (Depperin) mengatakan bahwa bisnis tempe tahu merupakan bisnis yang unik. Karena umumnya produsennya adalah pemodal menengah atas sedangkan konsumennya adalah kalangan bawah.
Pemerintah mulai hari ini meluncurkan program subsidi kedelai senilai Rp 9,9 miliar dengan total pemberian subsidi hingga enam bulan kedepan sebesar Rp 500 miliar.
Daerah-daerah yang akan menjadi fokus pemberian subsidi kedelai selanjutnya adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, Jogjakarta, Sumatra Selatan dan Sumatra Utara.
"Pemerintah tidak turut menentukan harga setiap transaksi, tapi tugas pemerintah adalah mengamankan pemberian subsidi," katanya. (hen/ir)











































