Hitungan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan 0,95 persen inflasi pada bulan Maret sebanyak 0,5 persen itu berasal dari faktor inflasi makanan.
"Kalau lihat fenomena di luar negeri kita tidak sendirian, semua juga mengalami inflasi yang tinggi," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Ali Rosidi dalam jumpa pers di Gedung BPS, Jalan Soetomo, Jakarta, Selasa (1/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan harga beras yang terjadi di dalam negeri tidak bisa mengerek inflasi Maret ke level yang lebih rendah.
"Penurunan harga beras yang selama ini menjadi pemicu inflasi itu tidak mampu mengkompensasi kenaikan harga-harga bahan yang lain, jadi dengan kenaikan harga pangan lain selain beras, barang-barang turunannya juga ikut naik," ujarnya.
Dari 45 kota hampir semuanya inflasi. Sebanyak 40 kota terjadi inflasi, sisanya deflasi. Inflasi tertinggi di Bengkulu sebesar 1,96 persen dan deflasi tertinggi di Ambon 2,73 persen.
Pada Maret 2008 kelompok yang memberikan andil terhadap inflasi adalah bahan makanan 0,38 persen, makanan jadi minuman rokok dan tembaka 0,19 persen, kelompok perumahan air listrik gas dan bahan bakar 0,26 persen, kelompok sandang 0,07 persen, kelompok kesehatan 0,02 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,01 persen, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 0,02 persen.
(ddn/qom)











































