Ekspor CPO Turun US$ 556,2 Juta

Ekspor CPO Turun US$ 556,2 Juta

- detikFinance
Selasa, 01 Apr 2008 14:43 WIB
Jakarta - Ekspor pada bulan Februari 2008 mencapai US$ 10,53 miliar atau naik 28,53 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Namun jika dibandingkan dengan ekspor pada bulan Januari malah menurun 4,98 persen. Penurunan ekspor CPO jadi salah satu faktornya.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ali Rosidi dalam jumpa pers di Gedung BPS, Jalan Soetomo, Jakarta, Selasa (1/4/2008).

Untuk ekspor non migas Februari 2008 mencapai US$ 8,15 miliar atau naik 21,19 persen dibanding Februari 2007 tapi kalau dibanding Januari 2008 turun 8,1 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peningkatan ekspor non migas terbesar Februari 2008 terjadi pada karet, dan barang dari karet sebesar US$ 144,4 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan nabati sebesar US$ 556,2 juta.

Negara Jepang merupakan negara tujuan ekspor non migas paling tinggi di Februari sebesar US$ 1,06 miliar, disusul AS sebesar US$ 1,01 miliar, dan China US$ 681,8 juta.

Sedangkan ekspor pada bulan Januari hingga Februari tercatat sebesar US$ 21,62 miliar atau meningkat 30,88 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara untuk ekspor non migas pada 2 bulan di tahun 2008 ini mencapai US$ 17,02 miliar atau meningkat 25,82 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Impor Februari


Untuk nilai impor Februari 2008 sebesar US$ 9,63 miliar naik 1,53 persen dibanding Januari 2008. Jika dirinci impor di luar kawasan berikat sebesar US$ 7,82 miliar atau 81,23 persen, sedangkan impor di kawasan berikat US$ 1,81 miliar atau 18,87 persen. Impor ke kawasan berikat ini menurun 3,87 persen dibanding Januari 2008,

Impor non migas selama Januari dan Februari di luar kawasan berikat mencapai US$ 15,42 miliar dengan impor terbesar untuk mesin pesawat mekanik 18,065 persen dari total impor.

Negara pemasok impor terbesar masih diduduki oleh China sebesar US$ 1,98 miliar, diikuti Jepang US$ 1,26 miliar, dan AS US$ 1,04 miliar. Untuk impor ke kawasan berikat selama Januari-Februari mencapai US$ 3,69 miliar.
(ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads