"Ya kita akan terus berusaha karena masih ada 8 bulan ke depan dan kita akan terus berusaha untuk menekan angka inflasi," ujar Menko Perekonomian Boediono.
Inflasi hingga Maret ini sudah mencapai 3,14 persen. Menurut Boediono inflasi lebih terjadi karena faktor kenaikan harga barang komoditas di luar negeri. Boediono menepis anggapan kalau inflasi tinggi karena faktor rupiah yang melemah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tren Inflasi Regional Meningkat
Menkeu Sri Mulyani ditempat yang sama mengatakan jika dibandingkan dengan negara di sekitar Indonesia, negara-negara lain tren inflasinya juga meningkat dalam beberapa tahun terakhir. "Singapura 8 persen kalau bicara yield," ujarnya.
Dengan demikian untuk mencapai target 6,5 persen seperti dalam APBN perubahan 2008 maka untuk menekan inflasi di saat tren harga pangan yang cukup tinggi membutuhkan usaha keras yang luar biasa.
"Kita lihat komponen inflasi kalau dari food kan 2005-2006 memberikan konstribusi meskipun masih dibawah 20 persen namun masih ada 2 bagian lain harga administered yang dalam hal ini pemerintah tidak melakukan perubahan tapi tentu harga BBM bisa mempengaruhi dari sektor usaha," ujarnya.
Faktor lain yang penting adalah kerjasama dengan Bank Indonesia untuk menekan inflasi inti, yakni barang-barang yang tidak diatur oleh pemerintah.
"Jadi kalau ingin 6,5 persen selain upaya pemerintah untuk stabilisasi harga pangan terutama untuk harga pangan tentunya harus mengkordinasikan juga dengan BI agar core inflation bisa ditahan, terutama dari sisi volatilitas nilai tukar dan jumlah uang beredar," ujar Menkeu Sri Mulyani. (ddn/qom)











































