PKS Tolak Penyusunan Peraturan Ekspor Beras

PKS Tolak Penyusunan Peraturan Ekspor Beras

- detikFinance
Rabu, 02 Apr 2008 08:32 WIB
Jakarta - Β Β Β Β  Β Β Β Β  Β Β Β Β  Β Β Β Β  Β Β Β Β Surplus bulir-bulir putih beras membuat pemerintah 'tergoda' untuk mengekspornya ke luar negeri ditengah tingginya harga internasional yang mencapai US$ 700-an per metrik ton.

Pemerintah pun kini tengah menggodok aturan ekspor beras. Namun, hal itu ditentang oleh fraksi PKS di DPR.

"Menteri perdagangan harus menghentikan penyusunan draf peraturan ekspor beras," jelas Ketua FPKS Mahfudz Siddiq dalam pesan singkatnya via ponsel kepada detikFinance, Rabu (2/4/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mahfudz menyarankan surplus produksi disimpan untuk cadangan beras nasional. Menurutnya, negara eksportir beras juga menahan produksi ekspornya.

"Menurunnya produksi beras dunia membuat negara-negara eksportir beras menahan produksinya untuk ekspor," katanya.

Bahkan, Mahfudz mengatakan tidak menutup kemungkinan negara eksportir beras akan melakukan renegosiasi kontrak. Oleh karena itu, demi cadangan beras yang mumpuni, ia menyarankan Bulog segera membeli beras dari petani.

"Untuk itu Bulog sesuai fungsinya harus membeli beras tersebut. Pendekatannya tentu secara komersial," terangnya.Β  (gah/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads