Industri Kreatif Didorong Jadi Lokomotif Ekonomi

Industri Kreatif Didorong Jadi Lokomotif Ekonomi

- detikFinance
Rabu, 02 Apr 2008 12:22 WIB
Bandung - Peran ekonomi kreatif dalam perekonomian terus meningkat. Bahkan jika dibandingkan dengan negara lain, industri kreatif di Indonesia lebih berkembang.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, industri ekonomi kreatif menyumbang 6,3 persen dari total PDB nasional dan memberikan kontribusi 10,6 persen dari total ekspor.

Sedangkan di negara lain, seperti Singapura kontribusinya 2,8 persen terhadap PDB, dan Inggris 7,9 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kinerja tersebut dihasilkan oleh kreatifitas yang tidak hanya berbasis pada artistik namun juga science dan engineering," ujar Mendag dalam seminar dengan tema industri kreatif untuk kesejahteraan bangsa yang dihadiri ratusan mahasiswa di Aula Barat ITB Jalan Ganesha, Bandung, Rabu (2/4/2008).

Mari menambahkan berdasarkan data Depdag, industri kreatif mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 5,4 juta pekerja, yang tersebar pada 22 juta perusahan yang bergerak di bidang industri kreatif atau 5,2 persen dari jumlah perusahaan di Indonesia.

"Tingkat partisipasi tenaga kerja di sektor ini mencapai 5,8 persen dan rata-rata kontribusi industri kreatif terhadap PDB Rp 104,6 triliun," ujarnya.

Tahu audiensinya berasal dari kalangan mahasiswa, Mari pun mengajak mahasiswa untuk mengembangkan ekonomi kreatif.

Ekonomi kreatif kini menjadi salah satu lokomotif perekonomian Indonesia, hal ini terlihat dari terjadinya pergeseran dari sektor pertanian, industri, jasa ke ekonomi kreatif

"Sesuai dengan kecenderanguan saat ini ekonomi kreatif akan semakin strategis karena menjadi salah satu lokomotif perekonomian. Pengembangan bidang seni, inovasi teknologi dan kewirausahaan akan sangat memegang peranan penting," ujarnya.

Ada 14 sektor industri kreatif yang memiliki peluang dalam pengemabngan industri, antara lain periklanan, arsitektur, pasar seni dan barang antik, kerajinan, desain, fashion, film, video dan fotografi, permainan interaktif, musik, seni pertunjukan, penerbitan dan percetakan, layanan komputer dan piranti lunak, radio dan televisi, serta riset dan pengembangan.
(ddn/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads