mencapai Rp 1 triliun, jumlah ini bisa meningkat jika memang penghematan bisa
benar-benar dilakukan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Anggaran DPR RI Emir Moeis saat ditemui di
Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/4/2008).
"Penghematan itu harus, DPR harus dipotong, mulanya kan pemerintah tidak mau potong
non eksekutif, tapi fraksi saya mengatakan harus potong. DPR kurangilah biaya
perjalanan, itu penghematan bisa peroleh Rp 1 triliun dari semuanya DPR, MPR,DPD,
KPK, KY, masa DPR mau enak sendiri," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lebih baik begini 10 persen dari seluruh K/L berapa, misalnya Rp 10 triliun nanti
baru dipotong dari tiap-tiap K/L sesuai dengan prioritasnya masing-masing," ujarnya.
Menurutnya pemerintah dalam pembuatan APBN 2008 awal terlalu ekspansif, sehingga
saat terjadi gejolak yang mengharuskan perubahan dengan penghematan anggaran akan
sangat sulit dilakukan.
"Anggaran sudah ekspansif tapi diminta dipotong kan tidak mudah, saya kuatir
pemotongan-pemotongan ini akan membuat semuanya berantakan, saya slalu bilang lebih
baik kita mulai dari yang sedang-sedang saja jadi kalau ada kejadian seperti ini
tidak terlalu berat, sekarangkan kita cuma tambal-tambal aja, iya klau cukup klau
tidak nanti 3 bulan bisa berubah lagi,bisa-bisa jadi ada APBN P 2, 3 bahkan 4,"
urainya.
(dnl/ddn)











































