Inflasi Yogyakarta 2,85%

Inflasi Yogyakarta 2,85%

- detikFinance
Rabu, 02 Apr 2008 14:34 WIB
Yogyakarta - Selama bulan Januari hingga Maret 2008, inflasi di Yogyakarta mencapai 2,85 persen. Inflasi tersebut disebabkan oleh kenaikan indeks harga yang terjadi hampir pada semua kelompok pengeluaran.

Demikian Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Suharno di kantor Jl Brigjen Katamso, Yogyakarta, Rabu (2/4/2008).

"Semua kelompok mempunyai andil terjadinya inflasi seperti kelompok bahan makanan, minuman, rokok dan tembakau, makanan jadi, perumahan, sandang, kesehatan, transportasi, komunikasi, jasa dan keuangan," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suharno mengatakan pada bulan Maret 2008 kenaikan terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 1,09 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,72 persen, kelompok perumahan 0,27 persen, sandang 1,70 persen, kesehatan 0,32 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,14 persen. Sebaliknya untuk kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga justru mengalami penurunan 0,02 persen.

"Yang memberikan sumbangan positif inflasi antara lain telur ayam ras 0,12 persen, daging ayam ras 0,10 persen, emas perhiasan 0,08 persen, bawang merah dan cabe rawit masing-masing 0,06 persen, mie dan nangka muda masing-masing 0,05 persen," katanya.

Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan atau andil negatif sehingga menghambat laju inflasi bulan Maret 2008 antara lain beras -0,21 persen, kelapa -0,04 persen, daun melinjo, kacang panjang dan gula merah masing-masing sebesar -0,02 persen, bawang putih, daun bawang dan sawi hijau masing-masing -0,01 persen.

Dia menambahkan selama triwulan pertama 2008 petani mengalami kenaikan angka nilai tukar. Hal itu disebabkan oleh kenaikan harga kedelai hingga 40,12 persen dan cengkeh sebesar 23,81 persen.

"Kedelai dan cengkehmerupakan penyumbang terbesar, baru diikuti gabah, kelapa dan kol," katanya. (bgs/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads