Berdasarkan pantauan detikFinance di sejumlah tempat penjualan tabung gas elpiji dan pangkalan minyak tanah di Kota Yogyakarta, Kamis (3/4/2008), beberapa tempat mengalami kelangkaaan.
Untuk minyak tanah beberapa pemilik pangkalan mengaku sudah sejak awal tahun 2008 jatahnya sudah dikurangi. Sedang untuk tabung gas elpiji isi 3 dan 12 kg, pasokan dari agen mengalami keterlambatan akibat kerusakan di Cilacap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena kurangnya jatah kata dia, setiap pasokan datang dari mobil tangki Pertamina akan langsung habis diserbu pembeli. Biasanya para pembeli sudah menitipkan jeriken dipangkalan sehari sebelum pasokan datang.
"Meski tiap pembelian dibatasi maksimal 20 liter, karena yang antri sudah banyak ya cepat habis dalam waktu satu atau dua hari saja," katanya.
Sementara itu, salah seorang penjual tabung Prihadi di kampung Surokarsan menambahkan akibat kelangkaan pasokan, harga gas elpiji juga ikut naik. Pasokan gas dari agen elpiji mengalami keterlambatan dan stok yang terbatas.
Tabung gas isi 3 kg dari Rp 12 ribu menjadi Rp 13 ribu. Sedang tabung gas isi 12-an kg dari Rp 52 ribu menjadi Rp 55 ribu. Sedang gas baru sebelumnya dijual dengan harga Rp 400 ribu, sekarang ini naik hingga Rp 500 ribu.
"Kami sudah pesan sejak hari Minggu kemarin, tapi baru datang pada hari Rabu dengan jumlah dikurangi. Hampir di semua toko atau warung, harga gas elpiji naik," katanya.
(bgs/qom)










































