Kepala Divisi Komunikasi Pertamina Wisnuntoro menjelaskan penambahan pasokan sudah dilakukan sejak Selasa (1/4/2008) kemarin.
"Kita sudah melakukan penambahan sejak Selasa. Dan dari laporan yang kita terima, kondisi sekarang sudah berangsur pulih meskipun masih ada juga yang mengantre di pangkalan," katanya ketika dihubungi detikFinance, Kamis (3/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudah-mudahan minggu ini bisa selesai, karena ini masalah mekanisme pasar saja," katanya.
Ia mengakui, kelangkaan elpiji ukuran 12 kg dipicu meningkatnya permintaan karena ada peralihan dari pengguna elpiji 50 kg ke 12 kg terutama setelah ada kenaikan harga untuk elpiji 50 kg.
Tak hanya itu, kelangkaan diduga juga disebabkan adanya peralihan dari pengguna elpiji 3 kg ke 12 kg. "Yang tadinya pengguna 3 kg ada juga. Terutama misalkan pedagang warteg yang semula pakai 3 kg. Setelah tahu pakai elpiji lebih enak, dia nggak sabaran pakai 3 kg. Dia punya uang, lalu beli yang 12 kg," jelasnya.
Ditambah lagi kepanikan yang terjadi di masyarakat karena adanya isu kenaikan harga elpiji sehingga masyarakat berlomba-lomba membeli elpiji sebelum harga benar-benar naik. Padahal, menurut Wisnuntoro, Pertamina sama sekali belum berencana menaikkan harga elpiji.
Ia juga menegaskan kalau kelangkaan elpiji 12 kg ini terlepas dari program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg. Karena baik pasokan gas maupun tabungnya sudah dilakukan secara terpisah dari elpiji ukuran lain.
"Itu sudah diurus tim yang terpisah," katanya.
(lih/qom)











































