"Untuk triwulan I diperkirakan pertumbuhan ekonomi 6,05% dan nanti akan terus meningkat di kuartal-kuartal berikutnya. Tapi sekarang ternyata dia terus menurun. Mungkin di kuartal I ini bisa di bawah 6% pertumbuhan ekonomi," kata Deputi Gubernur Senior BI, Miranda Swaray Goeltom dalam jumpa pers usai rapat dewan gubernur (RDG), Jakarta, Kamis (3/4/2008).
Pada awal tahun BI memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2008 di kisaran 6,2-6,8% namun kemudian direvisi menjadi 6,2-6,5%. "Jadi sudah ada penurunan. Tapi ini juga masih tergantung perkembangan perekonomian ke depan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disisi lain BI juga tidak bisa menaikkan BI Rate karena masih tingginya harga-harga barang kebutuhan yang menurunkan daya beli masayarkat. "Karena itu kita putuskan untuk tetap," ujarnya.
Menurut Miranda untuk target inflasi, BI punya hitung-hitungan sendiri. Sedangkan target inflasi 5 plus minus 1 persen adalah target pemerintah. "Inflasi 5 plus minus 1% itu target pemerintah. Kita punya hitung-hitungan terakhir untuk inflasi 2008 seperti apa," katanya.
(ir/qom)











































