Deputi Perencanaan BP Migas Achmad Luthfi menjelaskan, produksi sebesar itu sebagian besar akan masuk ke pasar dalam negeri.
"Ada yang mulai April atau Mei ini, tapi yang paling besar adalah Cepu. Semua akan masuk ke domestik, kecuali lapangan Tangguh," katanya dalam jumpa pers di Gedung Patra Jasa, Kamis (3/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di luar itu ada juga satu lapangan yang masih diharapkan bisa ikut produksi pada tahun ini, yaitu Senoro-Toili. Hal ini karena ada kemungkinan gas yang diproduksi akan dijadikan LNG (liqufied natural gas).
Sementara itu Kepala BP Migas Kardaya Warnika menjelaskan, produksi kesembilan lapangan ini bisa menambah tingkat produksi nasional. Dalam lima hari terakhir, produksi rata-rata nasional mencapai 1,018 juta barel per hari.
"Apalagi dengan tambahan dari sembilan lapangan tadi, maka diharapkan bisa lebih banyak lagi," katanya.
Untuk lapangan gas Tangguh, diharapkan bisa mulai memproduksi gas untuk train 1 dan 2 pada Oktober 2008. Dan saat ini BP Migas meminta BP mengkonfirmasi ulang sisa cadangan gasnya untuk diproduksi sebagai train 3.
Gas Tangguh train 3 inilah yang akan dialokasikan untuk domestik, terutama untuk pasokan Receiving Terminal LNG di Jawa Barat.
(lih/qom)











































