Total pinjaman yang akan diambil tahun ini sebesar Rp 48,1 triliun. Jika dirinci pinjaman dalam bentuk pinjaman program dari Jepang, Bank Dunia dan ADB sebesar Rp 26,3 triliun, dan sisanya Rp 21,3 triliun berupa pinjaman proyek berasal dari pinjaman bilateral dan multilateral Β
"Jadi jumlahnya Rp 48,1 tirliun sisanya akan dibiayai dari SUN," ujar Menkeu Sri Mulyani dalam jumpa pers di Gedung Depkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (3/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yangberasal dari perpajakan Rp 609,2 triliun, kemudian pajak dalam negeri Rp 580,2 triliun dan PNBP Rp 281 triliun.
Sedangkan untuk belanja mencapai Rp 987,4 triliun antara lain untuk subsidi BBM yang diperkirakan sebesar Rp 126,8 triliun sedangkanΒ subsidi listrik Rp 60,2 triliun.
"Untuk subsidi makanan dan lain-lain masih dibahas lagi," ujarnya.
Dengan demikian maka defisit anggaran diperkirakan akan mencapai Rp 94,5 triliun atau 2,1 persen dari PDB.
Menkeu mengatakan risiko global masih sangat serius. "Yang membuat risiko pertumbuhan ekonomi tertekan rendah tapi APBN kita sudah didesain agar asumsi makro tetap terjaga," ujarnya.
(ddn/qom)











































