Keresahan Masyarakat Picu Antrean BBM di Bali

Keresahan Masyarakat Picu Antrean BBM di Bali

- detikFinance
Jumat, 04 Apr 2008 10:25 WIB
Keresahan Masyarakat Picu Antrean BBM di Bali
Denpasar - Kekhawatiran masyarakat tidak mendapatkan jatah BBM menjadi salah satu pemicu antrean panjang BBM di Bali. Padahal Pertamina mengaku sudah memberikan suplai yang cukup.

Menurut Putut Adrianto, Wira Penjualan Pertamina Denpasar, suplai BBM untuk wilayah Bali sudah normal. Bahkan menurutnya lebih dari kondisi normal yaitu 1.600 kiloliter.

"Kita sudah mensuplai sebanyak 1.800-2000 KL per hari. Kalau dilihat dari kondisi itu, keadaan BBM di masyarakat harusnya sudah normal," katanya ketika dihubungi detikFinance, Jumat (4/4/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Antrean menjadi panjang karena masyarakat khawatir tidak mendapat BBM. "Jadi mereka membeli dalam jumlah yang banyak. Kalau masyarakat tidak resah, kondisinya tidak akan seperti ini," imbuhnya.

Diakui Putut bahwa jumlah armada yang dimiliki Pertamina memang terbatas yakni hanya 64 unit, dengan kapasitas masing-masing antara 16-24 kiloliter. Sedangkan jumlah SPBU sebanyak 140, atau berarti tidak memadai jika dibandingkan dengan jumlah armada Pertamina.

Pertamina saat ini menyuplai premium dan Pertamax ke SPBU dalam jumlah yang mencukupi antara 16-32 kiloliter per hari. Namun suplai dilakukan secara bergiliran antara pertamax dan premium. Pertamina akan memberi peringatan bagi SPBU yang hanya menjual pertamax.

Sementara dari suplai Pertamina ke setiap SPBU yang mencapai 16-24 liter, menurut Putut akan habis dalam setengah hari. Namun dari pengakuan para petugas SPBU yang ditemui detikFinance, pasokan BBM akan habis hanya dalam tempo 2-4 jam.

Terkait perbaikan dermaga di Depo Manggis, Karangasem, Bali, Putut menjelaskan bahwa suplai BBM dari Surabaya sudah bisa teratasi diantaranya dengan menggunakan tanker pengangkut yang berukuran kecil. Ini mengingat akibat perbaikan dermaga itu kapal tanker besar tak bisa merapat.

"Tapi kini sudah teratasi," pungkas Putut.

(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads