Menurut Putut Adrianto, Wira Penjualan Pertamina Denpasar, suplai BBM untuk wilayah Bali sudah normal. Bahkan menurutnya lebih dari kondisi normal yaitu 1.600 kiloliter.
"Kita sudah mensuplai sebanyak 1.800-2000 KL per hari. Kalau dilihat dari kondisi itu, keadaan BBM di masyarakat harusnya sudah normal," katanya ketika dihubungi detikFinance, Jumat (4/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diakui Putut bahwa jumlah armada yang dimiliki Pertamina memang terbatas yakni hanya 64 unit, dengan kapasitas masing-masing antara 16-24 kiloliter. Sedangkan jumlah SPBU sebanyak 140, atau berarti tidak memadai jika dibandingkan dengan jumlah armada Pertamina.
Pertamina saat ini menyuplai premium dan Pertamax ke SPBU dalam jumlah yang mencukupi antara 16-32 kiloliter per hari. Namun suplai dilakukan secara bergiliran antara pertamax dan premium. Pertamina akan memberi peringatan bagi SPBU yang hanya menjual pertamax.
Sementara dari suplai Pertamina ke setiap SPBU yang mencapai 16-24 liter, menurut Putut akan habis dalam setengah hari. Namun dari pengakuan para petugas SPBU yang ditemui detikFinance, pasokan BBM akan habis hanya dalam tempo 2-4 jam.
Terkait perbaikan dermaga di Depo Manggis, Karangasem, Bali, Putut menjelaskan bahwa suplai BBM dari Surabaya sudah bisa teratasi diantaranya dengan menggunakan tanker pengangkut yang berukuran kecil. Ini mengingat akibat perbaikan dermaga itu kapal tanker besar tak bisa merapat.
"Tapi kini sudah teratasi," pungkas Putut.
(qom/ir)











































