Hal tersebut disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (4/4/2008).
"Tapi kalau pasarnya enggak bagus, lebih baik kita sabar kan, karena kondisi pasar yang buruk tidak memberikan justifikasi untuk melakukan privatisasi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya minta semua BUMN persiapkan diri sehingga begitu dapat izin, pasar bagus, kita
tinggal go," ujarnya.
Pemerintah dalam APBNP 2008 hanya menargetkan penerimaan sebesar Rp 500 miliar dari penjualan BUMN tahun ini. "Sedangkan lainnya kalau pun kita privatisasi itu untuk kepentingan perusahaan itu sendiri, tapi sampai sekarang belum dapat approval dari DPR," ujarnya.
(ddn/qom)










































