"Tetapi, kami akan berusaha agar proyek itu dapat selesai lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan pada 2010," kata Wakil Presiden China National Technical Import and Export Corporation (CNTIC) Shan Wei.
Hal tersebut dsampaikan Wei menanggapi permintaan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang meminta agar proyek tersebut dipercepat di lokasi proyek di Cilegon, Jumat (4/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut kontraktor proyek senilai Rp 865.161.793.753 dan US$ 334.457.346 ini, pihaknya akan tetap berusaha untuk memenuhi keinginan Kalla itu.
Direktur Proyek PLTU-1 unit 8 Suryalaya Choiruddin Matondang menambahkan hingga saat ini pelaksanaan proyek baru mencapai 16,85 persen dari target 22 persen. Ketrambatan ini dikarenakan hadirnya badai di Cina yang menghambat pengapalan dari Cina ke Indonesia.
Proyek, lanjut Matondang sudah melaksanakan enjinering, procurement and manufacturing, pengerjaan konstruksi, dan overall progress pelaksaan proyek.
(ary/qom)











































