Tolak Tudingan WTO, Restrukturisasi TPT Jalan Terus

Tolak Tudingan WTO, Restrukturisasi TPT Jalan Terus

- detikFinance
Jumat, 04 Apr 2008 18:35 WIB
Tolak Tudingan WTO, Restrukturisasi TPT Jalan Terus
Jakarta - Departemen Perindustrian (Depperin) menolak tudingan organisasi perdagangan dunia (WTO) atas program restrukturisasi mesin tekstil dan produk tekstil (TPT) yang dinilai lembaga tersebut sarat subsidi.
 
"Masak karena kita mengikuti peraturan WTO pada mati industri kita, enggak betul juga paraturan seperti itu. Peraturan itu seyogyanya menumbuhkan kekuatan dari negara itu," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris disela-sela pelantikan pejabat eselon II, di gedung Depperin, Jumat (4/4/2008).
 
Menurut Fahmi, program restrukturisasi yang dilakukan di Indonesia juga pernah dilakukan di India bahkan negara lainnya termasuk Bangladesh. Ia menilai program tersebut tidak menjadi masalah disana.
 
"Artinya kita memberikan dukungan bagi sektor ini. Sehingga tidak bisa dikatakan ini sebagai subsidi, sehingga tidak mempengaruhi tingkat daya saing. Sebetulnya yang kita lakukan adalah meniru India, banyak negara sekelas kita melakukan termasuk Bangladesh dan berhasil tidak ada masalah apa. Jadi tidak diskriminatif, kalau tidak mati industri kita, kan kewajiban kita," tandas Fahmi.
 
Fahmi kembali menegaskan bahwa ia sangat tidak setuju terhadap ketentuan WTO tersebut, untuk itu program restrukturisasi akan terus berjalan.
 
"Saya enggak setuju juga kalau kita taat untuk tidak melanggar peraturan tetapi pada mati semua, mau begitu kalau saya enggak mau. Buat saya kepentingan negara itu nomor satu. Bahwa kita terikat ketentuan multilateral iya, tetapi sepanjang kita enggak mati," tegasnya.

(hen/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads