Menurut GM Pemasaran BBM Retail Region III Wahyudin Akbar keinginan Pertamina menaikkan penjualan Pertamax dan Bahan Bakar Khusus lainnya itu untuk mengurangi subsidi yang dikeluarkan pemerintah.
"Pada Februari 2007 dimana harganya hanya beda Rp 500 dari premium penjualan Pertamax dan Pertamax Plus di Wilayah 3 bisa 40 ribu KL per bulan, namun setelah harganya melonjak di pertengahan 2007 maka penjualannya turun 50 persen, sekarang hanya 20 ribu KL per bulan," tuturnya saat ditemui di Kantor Pemasaran Pertamina Bandung, Jawa Barat, Sabtu (5/4/2008).
Pertamina untuk Wilayah 3 juga akan tetap pertahankan volume penjualan BBM sebesar 17 juta KL di tahun 2008 meskipun persaingan dengan asing meningkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara nilai nominal penjualan, Wahyudin mengatakan pada tahun 2007 nilai nominal penjualan BBM untuk wilayah 3 sekitar Rp 60 triliun. "Jadi itu pada saat harga kira-kira Rp 5.000 per liter," imbuhnya.
Kalau untuk nominal penjualan di 2008, kemungkinan angkanya naik karena harga BBM saat ini dihitung pada kisaran Rp 7.000 per liter.
"Tapi di 2008 sulit untuk menaikkan volume karena program konversi minyak tanah ke elpiji, tahun lalu kita menjual 3,1 juta KL minyak tanah, sekarang hanya bisa 1,8 juta KL," jelasnya. (dnl/qom)










































