RI Siap Hentikan Impor Benih

RI Siap Hentikan Impor Benih

- detikFinance
Minggu, 06 Apr 2008 15:22 WIB
RI Siap Hentikan Impor Benih
Kediri - Wapres Jusuf Kalla optimis mengenai cukupnya sumber pangan di Indonesia. Dengan produksi yang berlimpah ruah, Indonesia bisa menghentikan impor benih komoditas pertanian.

Hal tersebut disampaikan Wapres saat berkunjung ke Kabupaten Kediri, tepatnya ke penghasil benih padi dan jagung PT Bisi Internasional Tbk di Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, Kediri.

Di tempat tersebut Wapres melihat secara langsung proses produksi bibit padi dan jagung. Seusai melakukan peninjauan, Wapres mengungkapkan optimisme ketercukupan sumber pangan, bahkan bisa menghentikan impor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan produksi yang seperti ini, saya optimis kebutuhan pangan akan terpenuhi. Bahkan kita akan siap hentikan impor benih, jika hal serupa juga dapat ditemui di industri benih lain di Indonesia. Saya berharap ini bisa jadi percontohan," kata Jusuf Kalla.

Rombongan Wapres datang tepat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, yaitu pukul 11.00 WIB, setelah sebelumnya mendarat di Lapangan Canda Birawa Pare.

Wapres didampingi beberapa menteri dari kabinet gotong royong, antara lain Menperin Fahmi Idris, Menteri Pertanian Anton Apriantono, Menteri PU Djoko Kirmanto dan beberapa anggota DPR RI.

Begitu sampai di lokasi PT Bisi Internasional, Wapres Jusuf Kalla langsung disambut jajaran direksi PT Bisi, antara lain Presiden Direktur Junaidi Sungkono dan Jemmy Eka Putra, serta Sunardi.

Lokasi pertama yang dikunjungi Wapres adalah gudang E di PT Bisi yang merupakan lokasi processing sayuran dan selanjutnya mengunjungi gudang A yang merupakan lokasi processing jagung.

Dalam kesempatan tersebut, wapres Jusuf Kalla juga mengunjungi lokasi produksi benih jagung dan padi, lokasi packing benih, dan laboratorium penelitian benih.

Namun sayang, dalam kesempatan tersebut Wapres Jusuf Kalla tak memberikan kesempatan tanya jawab dengan pengunjung atau wartawan.

Setelah melakukan kunjungan selama satu jam, Wapres Jusuf Kalla langsung meninggalkan lokasi PT Bisi Internasional untuk selanjutnya melanjutkan kunjungan ke Malang.

Secara terpisah, Dirut PT Bisi Internasional Tbk Junaidi Sungkono berharap, setelah kunjungan Wapres ini muncul inisiatif dari pemerintah agar bisa melakukan riset dengan harapan peningkatan kualitas benih guna bersaing dengan produksi negara tetangga.

"Untuk saat ini market share jagung hibrida masih milik China, tapi apabila setelah kunjungan ini ada itikad pembelajaran dari pemerintah dan kami, maka kita yakin tidak lama akan bisa mensejajarkan diri dengan negara tetangga lainnya," kata Junaidi.Β 
(fat/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads