"Harapannya Kepala BP Migas bisa menekan efektifitas cost recovery. Kedua menambah laju produksi. Sehingga tentu saja dapat berikan manfaat bagi pemasukan negara yang sebesar-besarnya. Terutama saat harga minyak tinggi seperti sekarang," kata Purnomo.
Ia menyatakannya saat mengantar kandidat Kepala BP Migas yang akan diuji Komisi VII, di gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (7/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di tengah persaingan yang berat diperlukan pimpinan yang bisa menarik investor. Apalagi industri minyak ini sudah berjalan lebih dari 100 tahun," katanya.
Lengsernya Kepala BP Migas Kardaya Warnika, sempat dikabarkan karena ia dianggap tidak mampu meningkatkan produksi nasional. Namun Purnomo menampik hal itu.
"Usulan pergantian ini wajar. Perlu ada satu penyegaran untuk menjawab dinamika yang sekarang," katanya.
Tiga calon Kepala BP Migas yang mengikuti ujian di DPR hari ini adalah Evita Legowo (Staf Ahli Menteri ESDM bidang SDM dan Teknologi), R. Priyono (Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas) dan Hadi Poernomo (Kepala Pusat Penelitian dan pengembangan Teknologi Migas).
(lih/qom)











































