Harga Naik, Kandungan Nabati dalam Biosolar Terus Menurun

Harga Naik, Kandungan Nabati dalam Biosolar Terus Menurun

- detikFinance
Senin, 07 Apr 2008 15:50 WIB
Harga Naik, Kandungan Nabati dalam Biosolar Terus Menurun
Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan menurunkan kandungan bahan bakar nabati jenis biodiesel dalam produk Biosolar-nya yang saat ini 2,5% menyusut hanya 1% mulai bulan depan.

Sekretaris Tim Nasional Bahan Bakar Nabati Evita Legowo menjelaskan, ini adalah kedua kalinya Pertamina menurunkan kandungan biodiesel karena alasan harga biodiesel yang lebih tinggi dari bahan bakar minyak.

"Awalnya pada 20 Mei 2006 kan 5%, lalu pada 1 April 2007 diturunkan menjadi 2,5%. Sekarang mau diturunkan lagi menjadi 1%," katanya usai menjalani fit and proper test Kepala BP Migas di Komisi VII, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/4/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengakui, harga biodiesel saat ini mencapai Rp 9.000 per liter, lebih tinggi dari bahan bakar minyak yang sekitar Rp 6.000-8.000 per liter. Tapi sebagai gantinya, Pertamina akan menaikkan kandungan nabati di BioPremium dan BioPertamax.

Hal serupa diakui Kepala Divisi Komunikasi Pertamina Wisnuntoro ketika dihubungi wartawan. Baginya, harga biodiesel yang tinggi membuat kandungan nabati di Biosolar menjadi tidak ekonomis.

"Mudah-mudahan bulan depan. Karena memang pertimbangan kami adalah harga biodiesel yang saat ini sangat tinggi, menjadi tidak ekonomis," katanya.

Kandungan BBN dalam setiap produk Pertamina memang tidak termasuk dalam subsidi pemerintah, tetapi ditanggung Pertamina sebagai korporat. Karena itu, sebagai BUMN yang diminta mencari laba, Pertamina berusaha menekan kerugian-kerugiannya.

"Memang kalau pakai BBN aspek lingkungannya dapat. Tetapi kita mau mengejar lingkungan atau ekonominya? Kalau yang sudah maju mungkin bisa," katanya.
(lih/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads