Demikian disampaikan Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Jatim, Hari Kristanto saat bincang-bincang dengan detikFinance, Selasa (8/4/2008).
"Kalau menaikkan lebih dari 20 persen. Atau apabila Pertamina berencana menyamakan harga elpiji 12 kilogram dengan 50 kilogram atau menaikkan lebih dari 20 persen, berarti itu ide gila," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, saat ini Pertamina sudah tidak untung. Setiap tahun, dalam perhitungannya, Pertamina merugi Rp 3 triliun dari elpiji 12 kilogram. Belum lagi diperparah dengan keadaan ekonomi dunia yang tidak menentu.
Menurut Kepala Divisi Komunikasi Pertamina, Wisnuntoro sebelumnya, harga elpiji di pasaran saat ini mencapai Rp 9.000/kg, sementara harga elpiji kemasan 12 kg masih Rp 4.250/kg. Padahal selisih harga elpiji ukuran 12 kg ini tidak ditanggung pemerintah, melainkan Pertamina sebagai perseroan.
Karena beratnya subsidi yang ditanggung, Pertamina berniat minta petunjuk dari Menneg BUMN, tentang opsi apa yang bisa diambil, termasuk menaikkan harga elpiji.
(fat/qom)











































