"Pertama, posisi biar lowong, dirangkap oleh presiden atau wakil presiden. Dan yang ke dua, ada pergeseran menteri," jelas Ketua Fraksi Golkar Priyo Budi Santoso di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/4/2008).
Siapa yang kira-kira bisa digeser? "Bisa saja Pak Aburizal Bakrie, Fahmi Idris, Sri Mulyani. Tapi sepertinya Sri Mulyani tak akan digeser. Karena dia punya kepiawaian yang tinggi," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Golkar tidak di posisi mengusulkan pengganti Boediono. Itu hak prerogatif presiden," ujar
Hanya saja, kata Priyo, ia menyarankan kepada Presiden SBY untuk tidak memilih pengganti Boediono dari orang luar.
"Saran saya, lebih bagus kalau presiden tidak menaruh tokoh baru. Karena itu akan membutuhkan adaptasi di kabinet. Lebih baik, gunakan yang sudah ada," usul pria asal Yogyakarta ini.
(anw/qom)










































