Jurus 100 Hari Kepala BP Migas

Jurus 100 Hari Kepala BP Migas

- detikFinance
Selasa, 08 Apr 2008 16:39 WIB
Jurus 100 Hari Kepala BP Migas
Jakarta - Menjabat sebagai Kepala BP Migas bukan jabatan yang ringan karena langsung mengemban dua tugas penting yaitu peningkatan produksi nasional dan penekanan cost recovery.
 
Kepala BP Migas yang baru saja dipilih Komisi VII DPR RI, R Priyono memiliki cara jitu dalam program 100 harinya untuk memenuhi tantangan tersebut. Pertama, ia berencana membentuk task force (satuan kerja) untuk meningkatkan produksi minyak nasional.
 
"Saya ingin membentuk task force untuk meningkatkan produksi nasional sampai 1 juta barel per hari tahun ini," katanya sebelum meninggalkan gedung MPR/DPR, Selasa (8/4/2008).
 
Sementara cara jitu untuk menekan cost recovery adalah dengan menerapkan Plan of Development (PoD) basis. Artinya, cost recovery yang bisa diklaim hanyalah biaya yang dikeluarkan untuk lapangan yang tertera dalam rencana pengembangannya saja (PoD/Plan of Development).
 
Selama ini rezim cost recovery yang dipakai adalah berdasarkan block basis. Artinya, klaim biaya eksplorasi di lapangan yang tidak tercantum dalam PoD pun bisa diklaim selama berada di blok yang sama.
 
"Kalaupun mau diklaim, ya di PoD selanjutnya. Dengan begini cost recovery-nya bisa ditekan," katanya.
 
Selain itu, dalam program 100 harinya ia juga berencana menyempurnakan dan menyederhanakan birokrasi di tubuh BP Migas. Lalu percepatan dan akselerasi dalam rangka efisiensi waktu proses WP&B (work program and budgetting) dan AFE (authorization for expenditure). Dan tak ketinggalan mengharmonisasikan hubungan BP Migas dan Ditjen Migas.
 
R Priyono, pria kelahiran Pati, 12 September 1956 ini sekarang menjabat sebagai Direktur Pembinaan Usaha Hulu Ditjen Migas Departemen ESDM yang diembannya sejak 2006. Sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala Sub Dit Wilayah Kerja di Direktorat yang sama.


(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads