Walaupun proses penyesuaiannya tidak mudah, Departemen Perindustrian (Depperin) akan terus melakukan penyesuaian standar komponen otomotif yang mengacu pada standar yang diterapkan di Eropa yakni United Nation Economic Commition for Europe (UNECE),
Hal ini disampaikan oleh Direktur Industri Alat Transportasi Darat dan Kedirgantaraan Depperin Syarif Hidayat saat dihubungi detikFinance, Selasa (8/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
UNECE.
"Nantinya semua negara ASEAN pun akan mengarah ke standar UNECE semuanya akan in line. Karena selama ini diantara anggota ASEAN pun masih memiliki standar masing-masing," katanya.
Sejak tahun lalu sudah ada 10 komponen yang sedang disesuaikan standar UNECE termasuk komponen velg dan lain-lain. "Untuk tahun ini kita masih merinci apa saja yang akan kita proses penyesuaiannya, paling tidak ada 10 komponen dari ribuan komponen otomotif lainnya," ujarnya.
Standarisasi komponen tersebut rencananya akan di lakukan tahun ini, yang akan dilanjutkan dengan proses agreement. Mengenai hal ini Depperin juga akan bekerjasama dengan Departemen Perhubungan.
Syarif mengatakan bahwa untuk penyesuaian standarisasi agar sesuai UNECE tidaklah gampang karena dibutuhkan lembaga khusus yang menguji serta menggunakan alat khusus yang tidak murah.
Ia mencontohkan untuk alat uji standarisasi komponen velg dibutuhkan alat uji seharga Rp 5 miliar. "Kebayangkan berapa dana yang dibutuhkan untuk ribuan komponen yang perlu di sesuaikan standaranya," ujarnya.
Selain soal dana, upaya penyesuaian ini juga terbentur soal standar-standar yang cukup bebeda antara SNI yang merujuk pada aturan internasional. Sedangkan standarisasi UNECE merupakan gabungan dari penyesuaian standarisasi yang dilakukan negara-negara Eropa. (hen/ir)











































