Demikian disampaikan Direktur Schroeder Investment Management Indonesia Michael T Tjoajadi dalam paparannya di Seminar Indonesia Economic Outlook 2008 di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (8/4/2008).
Penurunan suku bunga AS yang terus menerus dari 5% hingga kini tinggal 2,5% dinilai hanya akan membantu orang-orang yang meminjam KPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu juga injeksi modal yang dilakukan pemerintah AS dinilai sangat telat karena baru dilakukan setelah suku bunga diturunkan menjadi sangat rendah. Kondisi demikian makin membuat ekonomi AS morat marit hingga jumlah pengangguran pun tercatat mencapai 80.000 orang.
Karena itulah, Michael menilai kebijakan-kebijakan AS ini tidak tepat menghadapi krisis ekonominya. Bahkan ia menyarankan AS belajar dulu dari negara yang sudah berpengalaman menghadapi krisis ekonomi.
"Harusnya Amerika belajar dari Asia termasuk Indonesia yang sudah melewati krisis. Tapi AS kan arogan, dulu dia paksa kita naikkan suku bunga (saat krisis) sekarang dia malah turunkan suku bunga," tegasnya.
(lih/qom)










































