Dengan perkiraan kerugian sebesar US$ 945 miliar itu, maka berarti setiap penduduk di seluruh dunia harus ikut menanggung kerugian hingga US$ 142 per orang atau sekitar Rp 1,3 juta. Dan kerugian itu juga merepresentasikan 4% dari total pasar kredit yang mencapai US$ 23,21 triliun.
"Krisis ini teleh merebak diluar pasar subprime AS hingga pasar kredit korporasi tingkat tinggi," ujar IMF dalam laporan 'Global Financial Stability Report' seperti dikutip dari AFP, Rabu (9/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IMF menilai bahwa negara-negara berkembang sejauh ini relatif terisolasi dari dampaknya. Namun kondisi pasar finansial dan lingkungan tingkat suku bunga yang rendah juga berarti bahwa risikonya terus meningkat.
Kepala Departemen Moneter dan Pasar Saham IMF, Jaime Caruana mengatakan, krisis itu telah melemahkan modal dan keuangan institusi keuangan. Institusi finansial harus meningkatkan modal atau mengurangi asetnya agar bisa bertahan.
"Namun langkah terbaru dari The Fed untuk menyelematkan Bear Stearns dan juga memberikan likuiditas telah mengurangi kemungkinan dari terus berekornya masalah, meski masalah pendanaan masih akan terus berlanjut," ujarnya.
(qom/ir)











































