Pengaman itu dimaksudkan untuk melindungi APBN antara lain dari risiko kenaikan harga minyak di pasar internasional yang terus meningkat.
Untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak BBM dicadangkan sebesar Rp 9,3 triliun sedangkan sisanya untuk belanja sektor lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Wakil Ketua Panitia Anggaran Suharso Monoarfa selain untuk BBM, pengaman itu akan dialokasi ke belanja lain-lain.
"APBN ini akan disahkan pada paripurna besok, dari Rp 9,3 triliun untuk BBM Rp 8,25 triliun sisanya untuk contigency liabilities," ujarnya.
Belanja dan Subsidi
Sementara itu Ketua Panja Belanja APBN Jhonny Allen Marbun mengatakan total belanja negara dalam APBNP sebesar Rp 989,4 triliun mengalami kenaikan Rp 63,2 triliun dari RAPBN P 2008.
Belanja ini meliputi belanja pusat Rp 697,071 triliun naik 55 triliun dari RAPBNP dan belanja daerah Rp Rp 292,4 triliun yang naik Rp 7 triliun dari RAPBN sebelumnya.
Untuk belanja kementerian dan lembaga disepakati sebesar KL Rp 290 triliun, belanja non kementerian dan lembaga Rp 407 triliun
Sedangkan subsidi juga meningkat menjadi Rp 234,405 triliun atau naik sebesar Rp 25,78 triliun dibanding RAPBNnya.
Subsidi ini terdiri dari subsidi energi untuk BBM dan listrik sebesar menjadi Rp 187,107 triliun. Sedangkan subsidi non energi Rp 47,29 triliun atau lebih rendah Rp 129,7 miliar.
Pemerintah dan DPR juga menganggarkan Rp 8,5 triliun untuk pembelian beras Bulog seharga Rp 4.700 per kg untuk 19,1 juta keluarga miskin dalam subsidi pangan.
(ddn/qom)











































