Pada awal perdagangan Rabu (9/4/2008), kontrak utama New York untuk minyak jenis light sweet pengiriman Mei kembali menembus rekor di US$ 112 per barel, dan melonjak lagi pada intraday di US$ 112,21 per barel. Namun kontrak ini akhirnya ditutup naik naik 2,37 dolar ke level 110,87 per barel.
Di London, minyak jenis Brent untuk pengiriman Mei juga melonjak hingga di atas US$ 109 per barel, setelah sempat menembus US$ 109,50 per barel. Sebelum akhirnya kontrak ditutup naik 2,13 per barel ke level 108,47 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gambaran tentang minyak mentah adalah kejutan utama yang paling besar, dan menekan kembali pasar minyak. Ini adalah laporan yang bullish," ujar analis dari Citigroup, Tim Evans, seperti dikutip dari AFP, Kamis (10/4/2008).
Pelemahan dolar AS juga menyokong kenaikan kembali harga minyak. Dolar AS merosot setelah IMF mengeluarkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS yang lebih rendah, dengan kemungkinan resesi ringan di negara adikuasa itu.
(qom/ddn)











































