Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna dalam rangka pengesahan RUU APBN P 2008 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/4/2008).
"Ancaman ekonomi global akan mempengaruhi perekonomian Indonesia. Biaya modal yang makin mahal pada akhirnya akan menurunkan tingkat investasi swasta dan permintaan produk ekspor Indonesia, inflasi juga akan meningkat dan hal tersebut menyebabkan seluruh aspek permintaan agregat melemah sehingga mengancam pertumbuhan ekonomi," tuturnya.
Menkeu mengatakan kombinasi perekonomian dunia yang akan menunjukkan kecenderungan resesi namun disertai dengan inflasi yang cenderung meningkat, merupakan situasi yang rumit dan sulit.
"Pemerintah terus mengambil langkah-langkah yang cepat, rasional dan terukur untuk melindungi perekonomian nasional, terutama melindungi kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap gejolak tersebut," katanya.
Jadi dikatakannya, dengan risiko gejolak ekonomi global yang masih berlangsung, proyeksi pertumbuhan ekonomi 2008 sebesar 6,4 persen memiliki peluang meleset ke bawah.
(dnl/qom)










































