Pertumbuhan Ekonomi 6,4% Bisa Terkoreksi Lagi

Pertumbuhan Ekonomi 6,4% Bisa Terkoreksi Lagi

- detikFinance
Kamis, 10 Apr 2008 14:39 WIB
Pertumbuhan Ekonomi 6,4% Bisa Terkoreksi Lagi
Jakarta - Pemerintah menilai pertumbuhan ekonomi yang targetnya direvisi dari 6,8 persen pada APBN 2008 menjadi 6,4 persen di APBN P 2008 memiliki resiko untuk lebih rendah realisasinya di tengah situasi global yang masih bergejolak.
 
Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna dalam rangka pengesahan RUU APBN P 2008 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/4/2008).
 
"Ancaman ekonomi global akan mempengaruhi perekonomian Indonesia. Biaya modal yang makin mahal pada akhirnya akan menurunkan tingkat investasi swasta dan permintaan produk ekspor Indonesia, inflasi juga akan meningkat dan hal tersebut menyebabkan seluruh aspek permintaan agregat melemah sehingga mengancam pertumbuhan ekonomi," tuturnya.
 
Menkeu mengatakan kombinasi perekonomian dunia yang akan menunjukkan kecenderungan resesi namun disertai dengan inflasi yang cenderung meningkat, merupakan situasi yang rumit dan sulit.
 
"Pemerintah terus mengambil langkah-langkah yang cepat, rasional dan terukur untuk melindungi perekonomian nasional, terutama melindungi kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap gejolak tersebut," katanya.
 
Jadi dikatakannya, dengan risiko gejolak ekonomi global yang masih berlangsung, proyeksi pertumbuhan ekonomi 2008 sebesar 6,4 persen memiliki peluang meleset ke bawah.

(dnl/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads