Dalam APBN P 2008, subsidi untuk BBM dan listrik meningkat menjadi Rp 187,1 triliun, ini naik tajam dibanding subsidi APBN 2008 yang berjumlah Rp 75,6 triliun.
"Anggaran subsidi BBM sebesar Rp 126,8 triliun dan listrik sebesar Rp 50,3 triliun yang baru kita tetapkan masih berpotensi meningkat lagi bila harga minyak Indonesia (ICP) lebih tinggi dari rata-rata US$ 95 per barel," katanya dalam Rapat Paripurna dalam rangka pengesahan RUU APBN P 2008 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menkeu mengatakan pemerintah akan tetap melakukan tindakan-tindakan yang dikira perlu untuk menjaga kredibilitas APBN terutama demi tujuan nasional pengentasan kemiskinan.
Hal ini terlihat dari porsi subsidi dalam APBNP 2008 yang menjadi mayoritas dari anggaran belanja. "Kami menyadari bahwa salah satu masalah yang ditimbulkan oleh tingginya harga minyak adalah terjadinya ketidakseimbangan alokasi anggaran belanja sebagai akibat terjadinya lonjakan subsidi energi untuk BBM dan listrik," ujarnya.
Selain subsidi energi, APBN P 2008 juga terbebani oleh subsidi pangan sebagai akibat dari kenaikkan harga komoditas di tingkat internasional. (dnl/lih)











































