Menkeu: Subsidi Bisa Naik Lagi

Menkeu: Subsidi Bisa Naik Lagi

- detikFinance
Kamis, 10 Apr 2008 16:00 WIB
Jakarta - APBNP 2008 yang ditetapkan hari ini oleh DPR dinilai belum ideal menahan gejolak dalam kondisi yang berubah sangat cepat dan drastis pada saat ini. Menkeu Sri Mulyani mengakui, subsidi BBM dan listrik yang ditetapkan bisa membengkak lagi jika harga minyak dunia terus tinggi.

Dalam APBN P 2008, subsidi untuk BBM dan listrik meningkat menjadi Rp 187,1 triliun, ini naik tajam dibanding subsidi APBN 2008 yang berjumlah Rp 75,6 triliun.

"Anggaran subsidi BBM sebesar Rp 126,8 triliun dan listrik sebesar Rp 50,3 triliun yang baru kita tetapkan masih berpotensi meningkat lagi bila harga minyak Indonesia (ICP) lebih tinggi dari rata-rata US$ 95 per barel," katanya dalam Rapat Paripurna dalam rangka pengesahan RUU APBN P 2008 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/4/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, Menkeu masih optimis kalau APBNP ini cukup aman dalam menghadapi ketidakpastian pasar. "Meskipun demikian, APBNP memiliki struktur yang fleksibel, sehingga dapat terjaga keamanan dan keberlangsungannya dalam mengelola ketidakpastian yang saat ini masih terus berlangsung," tuturnya.

Menkeu mengatakan pemerintah akan tetap melakukan tindakan-tindakan yang dikira perlu untuk menjaga kredibilitas APBN terutama demi tujuan nasional pengentasan kemiskinan.

Hal ini terlihat dari porsi subsidi dalam APBNP 2008 yang menjadi mayoritas dari anggaran belanja. "Kami menyadari bahwa salah satu masalah yang ditimbulkan oleh tingginya harga minyak adalah terjadinya ketidakseimbangan alokasi anggaran belanja sebagai akibat terjadinya lonjakan subsidi energi untuk BBM dan listrik," ujarnya.

Selain subsidi energi, APBN P 2008 juga terbebani oleh subsidi pangan sebagai akibat dari kenaikkan harga komoditas di tingkat internasional. (dnl/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads