Antam Dapat Restu Ikut Divestasi Lanjutan Newmont

Antam Dapat Restu Ikut Divestasi Lanjutan Newmont

- detikFinance
Kamis, 10 Apr 2008 18:20 WIB
Antam Dapat Restu Ikut Divestasi Lanjutan Newmont
Jakarta - BUMN pertambangan, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mendapat restu pemerintah untuk masuk dalam proses lanjutan penjualan saham PT Newmont Nusa Tenggara sebesar 7 persen untuk jatah tahun 2008.

Menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengatakan pihaknya mempersilakan Antam untuk membeli saham Newmont asalkan Antam memiliki dana yang cukup.

"Kalaupun Antam masuk itu mungkin untuk the next divestation," ujarnya di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (10/4/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purnomo juga mengatakan pihaknya belum menerima surat dari Antam terkait divestasi itu. Menurutnya, kalaupun Antam berminat, Menneg BUMN harus dilibatkan karena melibatkan dana yang besar.

"Saya belum tahu, tapi seharusnya yang mengajukan ke saya ya Menneg BUMN, karena ujung-ujungnya Antam punya uang gak? Nah yang tahu uangnya berapa itu kan Menneg BUMN, ini triliunan rupiah lho. Tapi kalau Antam punya uang ya tidak ada masalah. Kalau mereka sanggup is Oke," timpalnya.

Saat ini proses divestasi Newmont untuk tahun 2006 dan 2007 sedang diselesaikan di arbitrase. Sementara untuk divestasi tahun 2008, Purnomo sebelumnya menyatakan tetap berjalan.

"Pada prinsipnya selama masuk ke arbitrase atau pengadilan maka belum bisa diputuskan sebelum ada putusan pengadilan apa yang harus dilakukan," ujarnya.

Seharusnya Newmont menyerahkan 3 persen saham pada tahun 2006 ke KSP, dan pada tahun 2007 sebesar 7 persen. Namun pada pelaksanaan proses divestasi tahun 2007, terjadilah silang pendapat sehingga berlanjut ke arbitrase internasional.

Menneg BUMN Sofyan Djalil mendukung jika Antam akan mengambil saham Newmont. Namun Sofyan mengaku belum mendapat surat permintaan dari Antam. "Belum dengar, tapi kalau Antam berminat ya kita dukung," ujarnya.

Antam menurutnya memiliki dana yang cukup untuk akuisisi saham. "Dari uang sih ada, tetapi secara bisnis kan harus make sense," ujarnya.

(ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads