"Menurut kalkulasi kami, totalnya paling sedikit mencapai US$ 3 miliar," jelas Kepala BKPM M Lutfi usai mendampingi Presiden SBY menerima kujungan Lakshmi Mittal, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (10/4/2008).
Lakshmi Mittal menambahkan, pihaknya sudah melirik beberapa daerah yang dianggap sebagai lokasi tepat pembangunan pabrik baja baru itu. Salah satunya adalah Kalimantan, mengingat wilayah itu kaya dengan bahan tambang mangaan, nikel dan bijih besi.
"Di sana kami akan membuka pertambangan dan membangun pabrik baja-nya," ujar orang terkaya nomor empat dunia dengan nilai kekayaan US$ 45 miliar ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan itu juga dihadiri Wapres JK, Menko Perekonomian Boediono dan Menperin Fahmi Idris.
Presiden SBY mendukung rencana Arcelor Mittal untuk menjadi pemain utama industri baja dunia. Tetapi dengan catatan proses tersebut melibatkan Indonesia lebih banyak dan lebih dalam lagi.
"Presiden menekankan bahwa Indonesia akan mendukung Arcelor Mittal terus pimpin pertumbuhan industri baja dunia. Tapi beliau minta agar Indonesia dilibatkan lebih dalam lagi," ujar Lutfi.Di Indonesia, Mittal sudah mulai berinvestasi dengan mendirikan PT Ispat Indo di Sidoarjo pada tahun 1976.
(lh/ddn)










































