Pertamina Perkirakan Harga Gas Senoro Minimal US$ 7

Pertamina Perkirakan Harga Gas Senoro Minimal US$ 7

- detikFinance
Jumat, 11 Apr 2008 15:30 WIB
Jakarta - PT Pertamina (Persero) memperkirakan harga keekonomian gas Senoro berada di level di atas US$ 7/mmbtu dengan kondisi harga minyak sekarang. Jika harganya di bawah itu, proyek hulu Senoro tidak bisa balik modal.

Hal tersebut disampaikan Dirut Pertamina Ari Soemarno di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Jumat (11/4/2008).

"Dengan harga minyak seperti sekarang ini, harganya ya diatas US$ 7. Yang paling penting net back lapangannya," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ari, harga diatas US$ 7/mmbtu itu mencerminkan harga LNG di pasaran saat ini yang disparitas dengan minyaknya sekitar 15% atau sekitar 0,153. Harga itu masih harus dipotong biaya untuk investasi eksplorasi dan produksi lapangan gas serta pabrik LNG-nya.

Apalagi, lokasi lapangan Senoro ini berada di tempat yang terpencil sehingga dibutuhkan biaya yang lebih besar. Sementara jumlah gasnya tidak terlalu banyak, hanya sekitar 2 mtpa (matrik ton per annum).

Sebagai perbandingan, harga gas yang disalurkan PGN ke pelanggan dalam negeri melalui pipa hanya sekitar US$ 5,5/mmbtu.

Sementara gas Senoro ini rencananya akan dibawa ke kilang yang dibangun bersama Pertamina-Medco-Mitsubishi. Selanjutnya, hasil dari kilang ini akan diekspor ke Jepang.

Ari menambahkan, saat ini Pertamina masih memfinalisasi harga itu sebelum akhirnya dibawa ke BP Migas. Ia berharap usulan harga itu bisa disetujui karena karena bisa membantu peningkatan produksi nasional.

"Jadi kalau itu bisa diproduksikan dan orang mau membangun dan sudah mencapai keekonomian, itu kan sudah menguntungkan, memberikan pendapatan nasional, dan meningkatkan produksi gas nasional," tambahnya.
(lih/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads