Hal tersebut disampaikan Dirut Pertamina Ari Soemarno di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Jumat (11/4/2008).
"Dengan harga minyak seperti sekarang ini, harganya ya diatas US$ 7. Yang paling penting net back lapangannya," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi, lokasi lapangan Senoro ini berada di tempat yang terpencil sehingga dibutuhkan biaya yang lebih besar. Sementara jumlah gasnya tidak terlalu banyak, hanya sekitar 2 mtpa (matrik ton per annum).
Sebagai perbandingan, harga gas yang disalurkan PGN ke pelanggan dalam negeri melalui pipa hanya sekitar US$ 5,5/mmbtu.
Sementara gas Senoro ini rencananya akan dibawa ke kilang yang dibangun bersama Pertamina-Medco-Mitsubishi. Selanjutnya, hasil dari kilang ini akan diekspor ke Jepang.
Ari menambahkan, saat ini Pertamina masih memfinalisasi harga itu sebelum akhirnya dibawa ke BP Migas. Ia berharap usulan harga itu bisa disetujui karena karena bisa membantu peningkatan produksi nasional.
"Jadi kalau itu bisa diproduksikan dan orang mau membangun dan sudah mencapai keekonomian, itu kan sudah menguntungkan, memberikan pendapatan nasional, dan meningkatkan produksi gas nasional," tambahnya.
(lih/ddn)











































