"Saya dengar kok katanya ada kepala daerah yang tidak serius menjalankan PNPM. Wah itu dosanya luar biasa. Wong itu program buat rakyat, kok masih pikir-pikir. Apa nggak jadi marah rakyatnya kalau itu tidak dijalankan?," ujar SBY di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/4/2008).
Pernyataannya ini menanggapi paparan Ketua Induk Koperasi Petani dan Nelayan, Suryo Bawono, dalam dialog antara perwakilan petani dengan pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta. Pada kesempatan tersebut, Bawono mengeluhkan masih sulitnya persyaratan administrasi yang ditetapkan bagi petani dan nelayan untuk mendapatkan sekedar bantuan kredit dari bank.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut SBY menyatakan bahwa untuk PNPM dianggarkan dana sebesar Rp 3 miliar untuk setiap kecamatan. Skim pengadaan dana tersebut sepenuhnya dialokasikan dari pusat, begitu pula dengan jaminannya. Tujuan kredit murah ituย jelas adalah membantu kegiatan produksi petani dan nelayan kecil.
"Itu program nasional dan skimnya jelas, kok masih pikir sana-sini. Itu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan politik," tandas SBY.
(lh/qom)











































