"Saat ini pabrik baja global sudah sangat besar produksinya. (Arcelor) Mittal itu sudah 110 juta ton, sedangkan KS hanya 2,5 juta ton, aduh, peanut dalam persaingan global," kata Menneg BUMN Sofyan Djalil di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (11/4/2008).
Komisaris Utama KS, Taufiequrachman Ruki sebelumnya mengatakan, saat ini produksi baja KS mencapai dari 2,5 juta ton dan diharapkan meningkat menjadi 5 juta ton pada tahun 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu caranya dengan investor yang besar, seperti Mittal. Tapi tentunya, semua harus sesuai prosedur dan dengan cara kompetitif," jelasnya.
Berbeda dengan sikap manajemen KS yang menolak digandeng Mittal, Sofyan justru mendukung kehadiran Raja Baja itu. Menurutnya, proposal yang diajukan CEO Arcelor Mittal saat bertemu dengan Presiden SBY kemarin cukup menarik.
"Tinggal bagaimana memanfaatkan untuk win-win situation bagi negara, manfaat maksimum bagi BUMN. Saya akan undang KS untuk mendengar pendapat mereka. Saya belum bisa komentar, tapi itu ide yang bagus," ujarnya
Ia juga mengungkapkan, privatisasi KS sudah diputuskan pilihannya antara strategic sales atau IPO. (qom/ddn)











































